Abang Adik di Kota Tanjung Balai Sangat Membutuhkan Perhatian Pemerintah -->

Abang Adik di Kota Tanjung Balai Sangat Membutuhkan Perhatian Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2020, Agustus 16, 2020 WIB
Oleh Bern

 
Abang Adik di Kota Tanjung Balai Sangat Membutuhkan Perhatian Pemerintah
Foto : April dan Yusuf penderita gizi buruk dan saraf terjepit butuh perhatian Pemerintah

Tanjungbalai, Delinewstv – Puluhan tahunan lamanya, dua orang abang adik Aprilandi (22) dan M. Yusuf (18), anak buah hati dari bapak Hendra (45) dan ibu Wahyuni (41) yang tinggal di Gg. Keluarga, Lingkungan I, Kelurahan Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara menderita penyakit gizi buruk dan urat terjepit.

Kisah keluh sedih tersebut yang didapat dari beberapa media sosial, mendapat respon dari Satuan Wartawan Polres (Satwares) Tanjung Balai pada Minggu (16/8/2020) sekira pukul 14:00 WIB langsung mengunjungi kediaman dua orang anak dari Hendra dan Wahyuni.

Foto : April dan Yusuf bersama Wahyuni (ibunya) dan Hendra (ayahnya) butuh perhatian Pemerintah
Kondisi yang menyedihkan (terlihat pada foto), kedua buah hati Hendra dan Wahyuni terlihat terbaring dengan tulang terbungkus kulit.

Dalam kunjungan bakti sosial grup Satwares di HUT RI ke 74 di kediaman Aprilandi dan M.Yusuf sekaligus memberikan tali asih berupa sembako dan sedikit uang tunai dan memberi semangat pada keluarga Hendra dan Wahyuni.   

Wahyuni yang didampingi suaminya Hendra kepada grup Satwares yang hadir mengatakan bahwa kedua anaknya lahir normal, beranjak di usia 22 tahun Aprilandi anak sulungnya menderita saraf terjepit dan adiknya M.Yusuf beranjak di usia 18 tahun menderita gizi buruk.

“Kedua anak kami lahir normal tanpa cacat, tetapi ketika beranjak usia 22 tahun, dari hasil medis, Aprilandi anak sulung kami menderita sakit urat terjepit, dan menyusul adiknya beranjak usia 18 tahun menderita gizi buruk, dan kedua anak kami hanya bisa terbaring,” kata Wahyuni.

Lanjut Wahyuni ibu April dan Yusuf yang didampingi suaminya Hendra mengatakan, puluhan tahun lamanya, kedua anaknya hanya bisa terbaring di lantai, dan untuk makan harus disuapi kedua orang tuanya.

“Kami hanya berharap bantuan dari para dermawan, dan kiranya Pemerintah Kota Tanjung Balai dapat memperhatikan kami. Sudah 5 tahunan ini kami tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, dan kami juga sudah berkali kali meminta tolong kepada Kepala Lingkungan setempat, tetapi tidak diindahkan,” tutup Wahyuni dengan meneteskan air mata.


TerPopuler